Kamis, 10 Juli 2014
Nek
Gak Melu Nabi, Melu Sopo?
Nek
Gak Melu Kiai, Melu Sopo?
Kurang
lebih ada waktu 35 jam untuk menentukan
masa depan Indonesia lima tahun kedepan, jujur saya sangat bingung, saya punya
Kiai yang saya kagumi, kawan saya juga punya kiai yang mereka kagumi. saya
masih yakin pentingnya peran Kiai dalam menentukan presiden untuk indonesia
lima tahun kedepan, ini sebabnya menjadi pertimbangan Kiai untuk tidak lepas
tangan dalam ihwal pilpres.
Tentu
orang semacam saya yang masih mengidolakan kiai, akan mengikuti kiai idola saya
dalam memilih. Karena saya juga mengira Kiai yang saya idolakan tak mungkin
salah dalam memilih. Kiai punya dasar untuk melakukan sesuatu begitu juga
memilih. Dan saya juga sadar, pilihan itu hak priogatif saya, artinya kiai
tidak pernah menyuruh atau memaksa saya untuk memilih sama dengan dirinya.
Sebagai
orang biasa yang bukan aktivis atau orang berpendidikan tinggi, jujur saya
masih ragu tentang penghargaan yang banyak disabet oleh walikota solo dan gubernur
jakarta itu, sehingga pendukungnya membela mati-matian kepadanya. Hemat saya,
suatu daerah atau negara dikatakan ideal harusnya rakyatnya sejahterah, jauh
dari sparatis, dapat menjalankan hukum dengan adil dan tidak banyak TKInya,
begitu juga sediktnya pengangguran. Saya bukan orang solo, tapi saya melihat,
mendengar dan mengenal siapa Abu Bakar Ba’asyir, saya juga membaca jumlah
pengangguran di solo tahun 2011 sebanyak 25% atau 133 ribu jiwa dari 550 ribu
jiwa, artinya sepermpat penduduknya tak
dapat kerja. Pencita sepak bola mungkin masi ingat siapa Diego Mendieta yang
meninggal karena sakit menunggu gajinya, kenapa solo dapat penghargaan
indonesia tourism award dan piala citra bidang
pelayanan prima.
Saya
juga masi ingat kata pepatah “tunggangan iku gak ado karo sing nunggang”. Saya
ragu keiklasan jokowi jika yang digunakan untuk nyapres adalah salah satu
partai yang terkenal kotor. Yang membuat saya kurang setuju, kenapa ketika
jokowi nyapres tapi jokowi tidak mau lengser dari gubernur jakarta, sementara
Hata Rajasa mau meninggalkan kementriannya dengan legowo, apakah jokowi takut
jika tidak jadi presiden, maka dia tetap menjadi gubernur. Walau pun hak
jokowi, di hati saya hal itu sangat tidak patut.
Terakhir,
tulisan ini tidak bermaksud menggembosi niat anda untuk memilih Jokowi. Saya
yakin, tak banyak kekaguman saya pada jokowi, sehingga saya membuat alasan
dalam tulisan, kenapa saya tinggalkan
jokowi. Dan memilih prabowo, saya mengirah prabowo punyan kekuatan untuk
menghalau perbedaan di negeri ini walau didalam koalisi Prabowo ada PKS,
Muhammadiyah, NU dan FPI, atau agama dan ormas lain.
Saya
kira yang tidak bisa menerima perbedaan adalah koalisi jokowi yang hanya ada NU
dan partai nasional lain. Mudah-mudahan dengan bergabungnya Ormas Islam dalam
sebuah bingkai negara satu dapat meminimalisir kekacauan atau perang saudara.
Yang sangat sakit, adalah ketika saya mengingat kata Gus Dur “saya saja
dihianati, apa lagi kalian” saya mengira si penghianat Gus Dur ada di koalisi Jokowi, mereka itu piminan partai hijau dan pimpinan parta
merah.
Samapaikan
salam saya pada JK, kenapa anda menelan ludah sendiri, saya masi ingat ko’ anda
ngomong “jika jokowi jadi presiden, rusaklah negeri ini”, dan saya masi ingat
kata Mahfud MD Ketika sarah sehan haul Gusdur di Aula wahid Hasyim tebu Ireng
“mudah untuk memenenangkan orang yang ribut-ribut, kasi saja mereka jabatan,
pasti diam”. Saya kira selama Allah Memberi saya hidup, saya tidak akan
melupakan ucapan JK.
Oleh: Agus Salim
Banyumas, 7 juni 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Popular Posts
-
Seseorang harus meyakini bahwa eksistensinya tidak begitu saja ada. Seseorang harus meyakini bahwa dirinya ada karena ada yang menciptaka...
-
Sedikit tergelitik saat melihat kebaikan menjadi tren penguasa di era yang aburadul seperti ini. Ada apa sebabnya para pemimpin di negeri i...
-
Sedikit tergelitik saat melihat kebaikan menjadi tren penguasa di era yang aburadul seperti ini. Ada apa sebabnya para pemimpin di negeri...
-
Orang SBY banyak menjadi terpidana korupsi gara-gara KPK, tapi Demokrat tak pernah serang KPK, walau yang mendirikan KPK adalah rezim SB...
-
Nek Gak Melu Nabi, Melu Sopo? Nek Gak Melu Kiai, Melu Sopo? Kurang lebih ada waktu 35 jam untuk menentukan masa depan Indonesia ...
-
Aku terlahir dari keluarga yang ekonominya menengah kebawa. Ibuku meninggal saat aku berumur sembilan tahun. Sayang, seharusnya ibu tid...
-
1. حِفْظُ الدِّيْنِ (Menjaga Agama) 2. حِفْظُ النَّفْسِ (Menjaga Diri) 3. حِفْظُ الْعَقْلِ (Menjaga Akal) ...
-
Kata modrenisasi acap kali menjadi primadona para kebanyakan orang saat ini. Kendati tidak tahu sebetulnya modrenisasi secara gamblang...
-
Petinggi KPK sejauh ini belum ada yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi, sehingga lawan pun menggunakan masa lalu yang sebetulnya...
-
Mata dan telinga kita sering kali membaca dan mendengar kasus HAM di media cetak atau elektronik yang terjadi negara ini. Serasa buka...
Categories
Sample Text
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar